| |
Asam Urat
Pengobatan dan pencegahan asam urat
Asam urat adalah istilah penyakit radang sendi yang sering di pakai oleh masyarakat yang diakibatkan karena menumpuknya asam urat di daerah sendi. Sebenarnya asam urat adalah asam yang berbentuk kristal-kristal yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin, yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Jadi asam urat merupakan hasil metabolisme di dalam tubuh, yang kadarnya tidak boleh berlebih. Secara alami purin ini terdapat pada semua makanan yang kita makan (karbohidrat, lemak, protein dan sayur – sayuran) namun kadar purinnya berbeda – beda pada masing – masing makanan.
Pembagian asam urat
Dalam istilah kedokteran penyakit asam urat disebut sebagai gout. Gout terbagi atas 2 yaitu gout primer dan gout sekunder. Gout primer adalah gout yang tidak diketahui penyebabnya dan diduga sebagai akibat kelainan genetik (keturunan) dan hormonal yang menyebabkan meningkatnya produksi asam urat atau pengeluaran asam urat yang berkurang. Gout sekunder adalah gout yang disebabkan karena konsumsi makanan yang mengandung tinggi kadar purinnya seperti jeroan (paru, usus, otak, hati), sayur – sayuran hijau seperti kangkung, bayam, kol,daun ubi dan Daging kambing.
Kadar normal asam urat
Kadar asam urat normal pada pria dan perempuan berbeda. Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5 – 7 mg/dl dan pada perempuan 2,6 – 6 mg/dl. Kadar asam urat diatas normal disebut hiperurisemia.
Asam urat lebih sering terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita. Hal itu disebabkan pada wanita terdapat hormon estrogen yang bermanfaat membantu pengeluaran asam urat lewat urine, sementara pada pria tidak mengandung hormon estrogen. Karena itulah nilai normal asam urat pada wanita lebih kecil di bandingkan pada pria. Wanita yang sudah menopause akan mudah terkena asam urat karena wanita menopause sudah tidak menghasilkan hormone estrogen.
Gejala asam urat
Asam urat (Gout) biasanya menyerang jari – jari kaki, terutama ibu jari kaki, pergelangan tumit, lutut, jari – jari tangan dan siku. Gejala asam urat meliputi :
- Nyeri sendi mendadak biasanya malam hari hingga menjelang pagi. Pada siang hari hingga menjelang malam jarang terasa nyeri.
- Sifat nyeri berdenyut atau sangat sakit dan bertambah nyeri bila digerakkan.
- Kemerahan, panas dan bengkak pada sendi yang terkena
- Demam, kedinginan dan lemah dapat menyertai serangan.
- Jika sudah kronik maka akan terdapat tofus. Tofus adalah benjolan-benjolan di sekitar sendi yang sering meradang, mengandung Kristal – Kristal monosodium urat. Tofus ini akan mengakibatkan kerusakan pada sendi dan tulang di sekitarnya. Tofus pada kaki bila ukurannya besar dan banyak akan mengakibatkan penderita tidak dapat menggunakan sepatu lagi.
Pengobatan asam urat
Pengobatan asam urat meliputi
- Menghilangkan/mengurangi nyeri yang diakibatkan oleh asam urat. Umumnya dokter memberikan analgetik (penghilang nyeri) agar pasien merasa lebih nyaman dan tenang.
- Pemberian anti radang/inflamasi yaitu obat golongan steroid
- Obat penurun asam urat diantaranya adalah allopurinol (generik)
- Pengaturan diet berupa makanan rendah purin
Tujuan utama pengobatan asam urat adalah:
- Mengobati serangan akut secara baik dan benar
- Mencegah serangan ulangan artritis gout akut
- Mencegah kelainan sendi yang berat akibat penimbunan kristal urat
- Mencegah komplikasi yang dapat terjadi akibat peningkatan asam urat pada jantung, ginjal dan pembuluh darah.
- Mencegah pembentukan batu pada saluran kencing.
Pengaturan diet untuk penderita asam urat
Makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat adalah makanan yang banyak mengandung purin tinggi. Penggolongan makanan berdasarkan kandungan purin:
- Golongan A: Makanan yang mengandung purin tinggi (150-800 mg/100 gram makanan) adalah usus, hati, ginjal, otak, jantung, paru, lain-lain jeroan, udang, remis, kerang, sardin, herring, ekstrak daging (abon, dendeng), ragi (tape), alkohol serta makanan dalam kaleng.
- Golongan B: Makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/100 gram makanan) adalah ikan yang tidak termasuk golongan A, daging sapi, kerang-kerangan, kacang-kacangan kering, kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun pepaya, kangkung.
- Golongan C: Makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100 gram makanan) adalah keju, susu, telur, wortel, sayuran selain dari golongan B, dan buah-buahan.
Pengaturan diet sebaiknya segera dilakukan bila kadar asam urat melebihi 7 mg/dl dengan tidak mengkonsumsi bahan makanan golongan A dan membatasi diri untuk mengkonsumsi bahan makanan golongan B dalam jumlah yang terbatas. Juga membatasi diri mengkonsumsi lemak serta tidak lagi makanan dari golongan A termasuk jeroan dan disarankan untuk banyak minum air putih. Apabila dengan pengaturan diet masih terdapat gejala-gejala peninggian asam urat darah, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Hal yang juga perlu diperhatikan, jangan bekerja terlalu berat, cepat tanggap dan rutin memeriksakan diri ke dokter. Karena sekali menderita, biasanya gangguan asam urat akan terus berlanjut.
Komplikasi asam urat
Jika asam urat tidak diobati dalam jangka waktu yang panjang maka akan menyebabkan gangguan pada sendi, penumpukan Kristal asam urat pada pembuluh darah dan organ jantung, hati dan ginjal, selain itu dapat terjadi batu pada saluran kencing
Tulisan berhubungan dengan : gout arthritis |
|